Nyanyian Masa Depan
Akar tua menghujam bumi yang kelam
Memeluk batu, menahan badai malam
Demi menyalurkan sari murni kehidupan
Ke pucuk tertinggi yang belum terjangkau pandangan
Busur sepuh melengkung menahan perih
Menarik tali dengan jemari yang letih
Memastikan sang poros melesat lurus tinggi
Menembus awan, meraih esok yang suci
Dipahatnya jalan di tebing yang curam
Agar tapak muda tak tergelincir dalam suram
Mengalirkan peluh menjadi jembatan kokoh
Saat badai zaman membuat dunia roboh
Lilin batin membakar dirinya sendiri
Menghalau gulita, menerangi langkah menapaki
Biarlah sang hulu mengering dan menua
Asal sang hilir berjaya mencapai samudra
Gabung dalam percakapan