Sumber

Jalan Sepi Sunyi Tanpa Bunyi

Masih ku susuri tepi jalan dalam keramaian.
Menutup mata dalam pandangan debu-debu pencumbu.
Berterbangan antara kisah manis dalam hidup mereka.
Berseri-seri bak semerbak mawar menawarkan racunnya.
Ini adalah derita cinta, karena cinta hidup jadi gila.

Di sudut yang tak terjamah, perjalanan indah sang pejuang.
Menempa diri untuk menjadikannya permata.
Inilah kemurnian hidup dalam tujuannya.
Namun sering di anggap minoritas bagi generasi kekinian.
Hidup kepentingan, hidup penguasa rakus, terus maju para pengusaha tikus!


Teks asli di publikasikan pada tanggal 11 Juni 2016.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!