Ponokawan: Tuhan Itu....Tergantung Prasangka Kita
Heuheuheu.
Kalau kata Semar kan ini, Truk: Tuhan itu tergantung bagaimana prasangka kita kepada-Nya. Makanya aku sering nganggep Dia Maha Guyon juga, yaa...ben akrab ada kebersamaan, dll, lah. Lha wong faktanya juga manusia ndak bisa lari dari Tuhan. Misal baru-baru ini, aku jalan sepanjang Soetta, tahu to kamu ruas jalannya? Ya, setengah perjalanan panas mandhi, setengah mrono maneh udah dueres gede. Tak tabrak terus, nganti aku ngeyup akhire. Ada 30 menitan, aku putar balik. Tau kamu? Yo tetep gak hujan yang setengahnya tadi.
Kalau secara umum ya di bulan-bulan seperti ini, malam lebaran atau malah di hari lebarannya kita tiba-tiba dapat jatah piket kerja. Piye? Arep misuh? Yo misuho. Tapi paling gak gini, caramu itu sama seperti waktu kecil di suruh beli rokok sama Semar di warung. Kamu udah pulang, ehh...suruh ke warung lagi buat beli koreknya dan kamu tetap siap melakukannya, meskipun karo misuh, karo mbatin, dll. Tapi yo itu udah tugas. Gitu lho, Truk? Heuheuheu. Jangan-jangan hal-hal yang emang sulit di lakukan itu berkahnya jauh lebih gede.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 12 Mei 2021.
Gabung dalam percakapan