Ponokawan: Caos Abang Negeri Seberang
Iran, sudah lama kena embargo. Bahkan, kini, orang-orang mungkin tertawa melihat kurs dollar berbanding dengan rial Iran.
Russia?
Kena hantam juga, berapa dollar saja yang dibekukan dengan dalih, abcxyz.
Tiongkok?
Ya sudah juga, lah. Bahkan di larang, di batasi buat ini dan itu.
Negaramu ini, Gong. Kalau tak manut, tak tunduk dan punya gagasan buat berdiri di kaki sendiri meski dengan kepoyoh. Yaa, kena hantaman selanjutnya. Ingat, kita pernah beberapa kali, soalnya gak sekali, sih. Negara kita ini di adul-adul oleh negara yang sama cuma karena pentolannya ndak nurut sama mereka.
Jadi, kalau aku di tanya orang: biasa saja.
Aku punya alasan, Gong. Cuma ya alasanku hanya buat orang-orang yang mau aja. Karena kebanyakan orang, sekali lagi, Gong. Kebanyakan orang, itu hanya mau dengerin ucapan yang sesuai keinginannya, kalau tak sesuai bisa di cap kadal, tokek, kodok, ternak, dll, dst. Padahal, aslinya, ya aku setuju-setuju saja dengan argumen orang, meski itu berbeda. Sebab, di dunia multipolar ini, apapun dapat terjadi. Misalnya, Indonesia tetiba bangunin lagi rongsokan N250 dengan model 2026 ini.
Eh, kita punya mobil gak, sih. Esemka, Pindad, noh. Gak usah malu. Negara-negara besar yang mandiri itu, juga awalnya dengan ilmu ATM, Anjungan Tunai Mandiri. Eh, bukan, maksudku Amati, Tiru, Modifikasi. — lebih baik dari pada tak ngapa-ngapain dan cuma nyocot di giring oleh ombak lautan yang besar.
Gabung dalam percakapan