Sumber

Mengarungi Zaman

2013 itu sudah 13 tahun lalu, Kekasih. Dan 13 tahun dari saat itu ke masa kini bukanlah waktu yang sebentar. Karena jika diibaratkan seorang anak, ia sudah atau hampir lulus SD. Ia kini bahkan sudah bisa membaca, menulis dan berhitung.

Blogger ini setidaknya juga sudah membersamai satu tahun lebih tua, yaitu pada 2012. Sejak awal, situs ini di rancang untuk tidak digunakan sebagai mesin pencari uang atau bahkan untuk mencari ketenaran. Namun, situs ini di desain serta di tujukan sebagai batu nisan setiap tulisan, refleksi, kontemplasi, dekonstruksi kehidupan, dll, dst.

Waktu yang tidak sebentar tersebut telah membawa sang penulis menapaki setiap jejak kehidupan yang berjejak. Terkadang, tidak menjadi pilihan, namun sering malah jadi kenyataan. Soal susah dan senang, itu hal maklum dalam kehidupan. Amor fati.

Mungkin, akhirnya situs ini akan menjadi autobiografi penulis yang akan terukir di setiap zaman. Meski dunia maya nantinya banyak berubah, tulisan di setiap halamannya akan menjadi warisan bacaan kepada generasi penerus. Tentang apa yang telah di lalui, di pikirkan tercapai, dll, dst. Karena memang, situs ini terus dibangun dengan satu hari satu tulisan, satu makna. Bukankah setiap hari adalah kisah baru yang memiliki cerita?

13 tahun sudah sejak sebelum era keemasan dan surutnya era keemasan pengiklan di dinding situs. Terbukti situs ini masih gagah berdiri di sini meski berganti nama atau berganti domain. Pergantian nama cenderung berpijak pada kedewasaan berpikir sang penulis dan istirahatnya dalam kebingungan sosial kehidupan. Dari era yang apa adanya hingga era maya yang sangat pintar ini, tulisan tetap tidak tumbang dan tegak berdiri menuju tangga Illahi.

Ya, meski, kecerdasan buatan akan menggantikan fungsi penulisan di masa depan.

Inilah kenangan, foto yang abadi di setiap titik-titik cahaya.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!