Jabat Setiap Tangan & Ambilah Setiap Kesempatan
Sudahlah, Kekasih.
Manusia itu pada dasarnya adalah makhluk sosial — suka memperhatikan, diperhatikan dan oleh atau untuk kepentingan umum. Jadi meskipun engkau tidur aja tiap hari di rumah, ya bakal di omongin orang. Pada titik ini bahkan tidak ada orang lain yang di rugikan, misalnya tabunganmu sudah cukup hanya untuk makan dirimu sendiri. Tetapi ya tetap saja, engkau kan jadi bahan omongan orang.
Termasuk jika engkau bersosial di mana saja, kapan saja. Engkau diam ya bakal di omongin orang, engkau banyak bicara ya bakal di omongin orang. Sudah banyak komposanku soal omongan orang ini, termasuk cangkeman yang sempat naik daun beberapa waktu lalu di pencarian Google.
Muda, itu juga soal relativitas usia atau waktu.
Umur 5 tahun dengan umurmu sekarang, engkau akan menganggap itu muda. Namun, juga tidak salah bahwa orang yang sudah berumur 55 tahun, ketika mengenang kehidupannya pada umur 45 tahun juga di anggap masih muda. Nah, loh. Gimana?
Untuk itu, berapapun umurmu, selagi masih ada kesempatan. Ambil dan jalani saja. Jangan sampai nanti di umurmu 15, 25, 35, 45, 55, 65, dst, akan ada istilah menyesal. Karena menyesal ini biasanya adalah kerjaannya para pensiunan. Jadi, dari pada engkau tak pernah mencoba melukis sesuatu, cobalah. Lukisan itu banyak macam dan gaya serta alirannya. Lukisanmu yang cuma kek tumpahan cat itu, belum tentu jelek di mata penganut abstraksi, tetes dan aksi, dst.
Tuhan bisa membuat ikan yang mengerikan, juga bisa membuat ikan yang indah mempesona matamu. Begitupula Tuhan bisa membuat bunga-bunga elok nan permai, namun juga bisa membuat bunga bangkai, iya, bangkai, ada kan? Bahkan bunga ini jarang ada yang mau membudidayakan, lha wong namanya saja sudah bangkai. Tetapi, bukan itu esensinya. Ternyata bahwa Tuhan juga tidak ingin dunia ini monoton dan penuh keseragaman. — Konon, bunga bangkai ini kini hanya ada di taman-taman indah pemilik puspa rupa. Kalau koleksi bungamu baru sekian saja, belum di izinkan untuk menanam benih bunga bangkai ini. Sebab sama artinya kredibilitasmu belum mumpuni.
Yang terpenting dalam kehidupan ini adalah bagaimana caranya engkau dapat bermanfaat untuk siapa saja, bahkan jika itu untuk dirimu sendiri. Soal di omongin orang, di musuhi orang, dst. Ini sudah pepesti Illahi, artinya sesuatu yang memang tak bisa engkau hindari. Jabat setiap hal dengan kedua tanganmu, peluk erat mereka semua karena sebenarnya mereka adalah luka-luka kecil menganga yang kemudian meringkuk dalam jurang nestapa.
Gabung dalam percakapan