Sumber
Terima kasih, Pengunjung. Bulan April ini, untuk pertama kalinya kunjungan terbanyak sepanjang sejarah situs.

Dalam Kanvas Kehidupan

Sendiri, waktu yang ku inginkan
Tuliskan kenangan bersamamu
Hampa, tak kuasa menahan perih
Inginku peluk erat dirimu

Kekasih, jangan engkau pergi
Temani aku yang sedang merindu
Kepada siapa aku kan menyapa?
Karena dirimu kini telah tiada

Tuhan, haruskah secepat ini?
Pertemuanku dengannya
Meski, tak sanggup aku ungkapkan
Perasaan yang ikut terkubur dalam hati

Sosok sahabat yang menjalani kehidupannya bersama. Mereka mengetahui akan satu hal yang terberat, yaitu memendam rasa cinta satu sama lain. Akan tetapi Tuhan berkata lain, satu dari mereka harus ada yang kembali kepada-Nya. 

Akhirnya perasaan itu sama sekali tidak pernah terungkapkan, hanya menjadi lembaran-lembaran cerita di atas kertas kosong.


Teks asli di publikasikan pada tanggal 3 Mei 2018.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!