Bekas Jejak Sahur Semalam
Yang membekas dari sahur tadi malam adalah pesan rindu yang engkau kirimkan kepadaku, kekasih.
Pada suatu hari nanti, engkau adalah milikku dan aku adalah milikmu. Meskipun sejatinya kita tak sama-sama saling memiliki.
Berpuasa dan mencintaimu adalah seni, kekasih. Seni untuk sama-sama bersabar menahan diri.
Kekasih, ada persamaan antara pesan yang engkau kirim dan pesan dari Kanjeng Nabi, yaitu sama-sama memiliki makna tersirat dari apa yang tersurat.
Kita mempunyai perbedaan idola, kekasih. Engkau menyukai hal-hal berbau kekinian dan aku menyukai hal-hal berbau historis. Tapi tak apa, karena kita juga mempunyai persamaan idola, yaitu sama-sama mengidolakan Kanjeng Nabi.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 2 Mei 2020.
Gabung dalam percakapan