Relung Kehidupan
Kekasih, lihatlah kata-kata indah ini:
Karena mencintai mawar. Aku juga menerima durinya. Sebagai bagian dari keindahannya. Dan tidak akan aku tukar keindahan itu dengan apapun. Karena mawar itu, telah menjadi bagian diriku.
— H. Mifin, 2026
Meski sebagai pengagum Rumi, sastra ini sangat familiar. Namun, begitulah kehidupan, Kekasih. Dalam hidup ini tak ada yang benar-benar memberimu kelegaan. Bahkan, jika engkau mencintai seseorang, engkau harus siap menerima keadaannya meski nyatanya ia di saat yang sama membuatmu terluka.
Ketika engkau meneguk anggur, engkau juga harus tahu bahwa engkau kan dibuat mabuk olehnya. Inilah kenyataan hidup yang tak di sadari setiap jiwa. Dan inilah tanda-tanda kebesaran Tuhan yang mengisi tiap nadi kehidupan. Jika dalam cinta saja berlaku hal seperti itu, bagaimana dengan lini kehidupan lainnya?
Apabila sudah tidak ada cinta lagi di dalam dada, rasa sakit karena durinya adalah tusukan tajam bagai sebuah belati.
Gabung dalam percakapan