Sumber
Terima kasih, Pengunjung. Bulan April ini, untuk pertama kalinya kunjungan terbanyak sepanjang sejarah situs.

Ponokawan: Persetan Dengan Kode Bersih

Tukang Ngoding Amatir
Tukang Ngoding Amatir
Jujur saja, persetan dengan kode yang bersih, Gong, yang penting jalan! :-)
Beberapa hari ke belakang, selain ngompos, mencintai dan hidup ala-ala. Waktuku ku habiskan buat nyentuh-nyentuh kode situsku sedikit, Gong. Nambal sana, nambal sini, yang menurutku kurang juga aku sesuaikan, Gong. Yaa, begitulah.... Karena apa-apa sendiri, kan, Gong.

Ya ngompos, ya cari foto, ya cari bahan, ya ngisi komposan, Ya ayyuhan nafsul muthmainnah. Lho, lho, gak bahaya, tah?

Termasuk ngoding. Meski aslinya aku tuh ndak bisa ngoding. Andaikan aku bisa, itu palang di Ngaliyan aku kodingin biar petugasnya ndak manual naikin dan nurunin palangnya, Gong. Mosok tahun sudah 2026, desa sebelah saja kembang apinya sudah topcer, teruji. Burung silumannya pun yang katanya punya harga mil-mil'an bisa kena rudal. Lha kok kita gitu aja masih manual. Duh, bangsamu ini, Gong. Ngenes.
.ratio-4-5  { --img-ratio: 4 / 5; }
.ratio-3-4  { --img-ratio: 3 / 4; }
.ratio-16-9 { --img-ratio: 16 / 9; }

figcaption {
  text-align: left;
  font-size: 0.85em;
  color: #777;
  padding: 10px 5px;
  line-height: 1.4;
  font-family: var(--fontCode);
}
/* Figcaption, Figure Rekayasa Balik END igniel.com */

/* Gallery Swipe & Carousel Rekayasa Balik igniel.com */
.pE .gallery-swipe {
  display: flex !important;
  overflow-x: auto !important;
  gap: 15px !important;
  padding-bottom: 15px !important;
  margin: 1.5em 0 !important;
  scroll-snap-type: x mandatory;
  -webkit-overflow-scrolling: touch;
  scrollbar-width: none; 
}

.pE .gallery-swipe::-webkit-scrollbar {

Terima kasih, Mbak igniel, beberapa fitur dari situs dan karyanya aku coba implementasikan dengan versiku. Mungkin tidak sebagus aslinya, atau mungkin juga tidak sebersih aslinya, tetapi yaa, ya, bisa lah, ya. :-)

Kenapa aku pilih blogger ketimbang platform lain, Gong? Karena aku tuh males ngurusin keamanan dan tetek bengeknya itu misalkan pakai platform lain. Temenku yang jago ngoding, konon jadi backend developer di situs-situs milik Muhammadiyah itu, sering nyaranin aku buat fafifu. Haduh. Hidupku itu sudah sempit, ku bilang.

Lha kan ada WordPress?
Malas juga karena jika masuk ke sana, tidak bisa seamless. Tidak seperti blogger kan, Gong? Ya iyalah. Meski ya, tiap pilihan akan ada konsekuensinya, tetapi begitulah cinta. Mencintai itu soal menerima kekurangan, karena menerima kelebihan itu sudah biasa, ya, kan, Gong? Aku menerimamu dengan kelebihan beserta kekurangannya. — kata buaya di setiap perempatan kota.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!