Ponokawan: Kemajuan Pesat SiomAI
Tiga tahun yang lalu, AI ini masih kaku, Gong.
Untuk edit gambar, waaah, masih terlalu jauh dari kata bagus untuk standar gratis AI masa kini. Begitu pula jawaban yang di hasilkan dari sebuah perintah teks.
Setahun terakhir, perkembangan AI benar-benar menggila. Aku kira, ini akan membutuhkan sekitar tiga tahun lagi, nyatanya tidak, Gong. Awal tahun ini saja, dunia sudah gempar kembali. Hadir sebuah agen AI yang sangat edan-edanan, mulai dari yang perlu campur tangan manusia. Hingga yang sekali pasang, ia sudah tahu sendiri harus ngapain di dalam rumahnya. Gimana? Ngeri? Jelas iya.
Bayangkan coba, dalam sebuah perusahaan, 50% atau lebih bahkan isinya AI. Ada orderan masuk, yang ambil alih AI. Ia akan memindai teks dan angka sebagai bagian dari orderan, lalu membuatnya menjadi tabel. Setelahnya ia mengirim ke AI agen yang lain untuk dibuatkan surat orderan. Tak hanya itu, AI sebelumnya akan membalas layaknya manusia yang natural. Saat surat orderan jadi, AI lain mengintip nama siapakah yang ada di sana dan ia menyiapkan sejumlah data piutangnya. Begitu data ada, akan di kelompokkan. Begitu keluar sudah menjadi faktur, surat jalan, daftar piutang. Manusia tinggal apa? Ya menyiapkan berkas fisiknya.
Iya, ini kalau manusia dibutuhkan, sementara belahan dunia lain, sebut saja Tiongkok. Mereka bahkan sudah mengoperasikan pelabuhan yang semuanya di kendalikan oleh robot, Gong. Gimana kalau data fisik piutang itu di simpan layaknya uang-uang di mesin anjungan? Begitu agen AI lain menyiapkan data, AI pemilik anjungan ini juga menyiapkan data fisiknya? Duaaaar! Nasib hidupmu bagaimana coba?
Lha wong soal begini saja buat agen AI itu kerjaan mudah, gimana kalau cuma membuat laporan, yang isinya tentu saja ringkasan dari semua aktivitas pada periode tertentu? Yo jelas bisa. Ia bahkan bisa membuat dashboard canggih, persentasi jelas, dst. Ngeri? Iya, juga. Lagi-lagi, nasib hidupmu bagaimana coba?

Gabung dalam percakapan