Ooh, Wanita
Seperti bunga-bunga yang indah di taman,
Kemanapun aku pergi, ku jumpaimu,
Di pinggiran jalan senyummu melambai-lambai,
Hadirmu menggodaku,
Ohh...wanita,
Tidak ada wanita buruk yang ku temui,
Semua indah nan jelita,
Hanya saja aku selalu menundukkan kepala,
Karena aku malu,
Malu pada diriku sendiri,
Untuk apa aku menatapmu,
Engkau bukanlah milikku,
Jika aku mau,
Tanpa ku dekatimu,
Sudah dapat aku cium semerbak aroma tubuhmu,
Tanpa ku menyentuhmu,
Sudah bisa aku memelukmu,
Tanpa ku berbicara padamu,
Sudah bisa aku rasakan desahan manjamu,
Tetapi aku juga malu,
Malu bila suatu saat perasaanku membunuhmu,
Hijabku adalah menjaga perasaanku,
Cadarku adalah menjaga mataku,
Ohh...wanita,
Dengan air mata mana lagi aku akan sanggup membelimu?,
Kecantikanmu bagai mutiara yang berjiwa,
Pesonamu bagai semesta menutup senja,
Matamu yang berseri-seri bagaikan mentari menunggu pagi,
Ohh..wanita,
Apalagi yang akan aku tuliskan,
Terlalu banyak rahasia tentangmu,
Dan aku lupa....
Teks asli di publikasikan pada tanggal 13 April 2018.
Gabung dalam percakapan