Kehidupan Kerang Samudra
Bukan hanya akhir ini, namun sudah sejak lama seorang teman berhubungan dengan orang-orang dari grup kerang. Sampai pada akhirnya ia dan seorang teman lain sering kepo dengan profilnya. Di sinilah mereka mulai melihat sesuatu, bahwa rata-rata pekerja yang ada pada grup kerang, memiliki kemampuan: Excel Advanced, SQL, Python, dll.
Lha kan sudah sering aku bilang, Gong.
Bahwa kalau kita butuh data di perusahaan besar, apalagi dengan tujuan dan tipe data yang sama. Caranya bukan manual harus mengunduh satu-satu dari surel. Begitupun dengan data-set internal, tidak membersihkan manual. Karena itu akan sangat memakan waktu lama. Mengapa? Ya tipe datanya besar, big data.
Terus, ya, kalau kirim surel. Ya tidak harus satu-satu, tulis, ketik atau minimal punya template bisa di salin tempel. Tidak gitu juga, apalagi dengan tipe data yang sama. Cuma beda lampirannya. Cara-cara seperti ini sungguh menguras waktu dan kurang efektif, kan, Gong?
Ah, ya, di zaman yang serba gila, ini. Bahkan AI sudah masuk ke dalam alat kerja manusia, menurutku sekarang ya sudah sangat mudah. Misal, pembersihan data yang dulu kita harus melakukan beberapa aturan, mungkin saat ini "cuma" buruh perintah kepada AI. — ingat, iya, AI memang mungkin belum sesempurna itu, dia bisa saja salah target, salah hapus. Sama saja ketika seseorang melakukan pembuatan alat pembersihan. Dengan kesalahan, kita dapat merubah paradigma kerjanya.
Tidak ada di dunia ini tetiba bisa, tetiba mahir kalau tidak belajar dan mempelajari. Begitupula dengan yang telah mahir, jika ia terpaku dalam kemahirannya, maka ia akan di lahap zaman tanpa kesadaran. — ingat lagi, bahwa awal tahun 2.000an, orang pergi ke warnet masih bawa disket. Namun kini, bahkan warnetnya pun sudah beralih fungsi menjadi tempat nongrong. Lha ke mana warnetnya? Ia sudah menyatu menjadi satu genggaman peranti pintar.
Pernah ku kompos sebuah tulisan:
Sebodoh-bodohnya petani adalah yang tak lagi mengasah sabit kepunyaannya, Kekasih.
Gabung dalam percakapan