Kehidupan Adalah Mengubah Sesuatu Menjadi Kenangan
Di bulan yang sama, Rojab beberapa tahun ke belakang.
Aku mengenal seseorang, akan tetapi tidak terlalu mengenalinya cukup jauh,
Dari proses dan waktu yang Tuhan berikan,
Sempat ada rasa antara aku dengannya,
Setiap kali pertemuan aku selalu dengan aktingku,
Berbicara dengan bahasa jawa,
Masih ingat aku ketika ia terlihat sedikit kebingungan,
Akan tetapi hari berganti bulan, dan ia sudah mulai lancar,
Dia mulai menyelami sikap sejatiku, bertanya segala tentangku,
Begitu pula aku mencarinya, melihatnya dari kejauhan,
Pada titik ini cara berdandannya sudah mulai tertutup,
Aku sangat suka ia menggunakan hijab,
Seperti setiap hal di semesta ini yang di selimuti oleh hijab,
Selalu aku tidak dapat menahan senyum ketika melihatnya,
Mulai aku datang, selalu ia berbicara dengan lembut berbahasa jawa,
Bawakan pancaran senyuman yang ia hadapkan kepadaku,
Seolah pertemuan itu tidak ingin ada akhir,
Tapi di sinilah aku mulai takut,
Bahwa aku benar-benar akan terjatuh padanya,
Mulai aku mundur dengan caraku yang sama,
Setiap aku mengingatnya, kala itu juga aku mohon kepada Tuhan,
Segera kirimkan dia lelaki pilihan-Nya, penggantiku,
Aku tidak cukup pantas dan layak berdiri di sampingnya,
Biarkan aku menjauh, dan tuntunlah ia agar kelak mencintai pasangannya,
Pertemuanku dengannya tidak lebih lima menit,
Hanyalah sebatas jam dinas kerja,
Namun seolah setiap saat isinya adalah setiap perjumpaan jiwa yang lama.
Bisa saja saat ini ia membaca, tetapi tidak masalah,
Aku yakin sedang bahagia.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 8 April 2018.
Gabung dalam percakapan