Dalam Jalan Kenangan
Sejak lima tahun yang lalu, hingga kini, beberapa tempat di sudut kota atlas ini masih terlihat sama saja, Shinta. Sama-sama menyimpan kenangan yang tak lekang oleh waktu. Semakin ia di tanggalkan, semakin ia mengejar lebih cepat dari pada setiap langkah kaki yang mengisi jurang emosi.
Tak hanya tempatnya, jalannya juga sama.
Ia telah lama menopang setiap nadi kehidupan dan setiap lalu lalang perjalanan. Meski kala cakra telah berubah.
Shinta, waktu terus berputar. Begitu juga dengan setiap keadaan. Ia akan terganti oleh hal-hal lain jika objeknya tak dapat mengikuti berjalannya hari yang silih berganti. Baik karena terpaksa atau dengan sukarela.
Selamat jalan, dalam jalan kenangan yang lekas terlupakan zaman.

Gabung dalam percakapan