Ponokawan: Topik Dita, Dita Siapa?
Kata beberapa temanku, Gong.
Sosok lelaki itu selalu dekat dengan yang namanya Dita. Ku pikir-pikir mendalam, nama Dita dalam kehidupanku sampai tulisan ini ku kumpos, hanya muncul setidaknya 3×. Sayangnya, dengan 2 Dita aku tak dekat, namun dengan satu Dita itu ya ndak dekat, ndak jauh.
Kalau tak silap, saat pernikahannya pun aku datang. Tetapi untuk Dita-Dita yang di maksud oleh beberapa temanku itu aku tak bisa mengingatnya dengan jelas. Pertanyaannya adalah apakah hanya sosok lelaki yang dekat dengan Dita, ini, atau perempuan juga sama, Gong?
Harusnya baik lelaki maupun perempuan, ya sama-sama dekatnya kan, ya, Gong? Masa ndak dekat, sih?
Ngomong-ngomong soal nikah, ndak lupa, to? Kalau aku sejak dulu adalah orang yang ndak berkeinginan mengundang siapapun di hari pernikahanku? Karena aap, Gong? Iya, aku sejak kecil sudah merepotkan banyak orang. Tak enak kalau merepotkan mereka-mereka lagi atau bahkan menambah repot banyak orang baru karena undanganku. Jadi orang sukses atau tidak, itulah tekadku sejak lama.
Gabung dalam percakapan