Sumber

Ki Demang & Murid-muridnya #3

"Kadang kalau temen pulang main ke jogja gitu, Ki. Pulangnya mesti ceritanya mirip-mirip. — Aku di jogja betah — aku di jogja nyaman — di jogja tuh kayak pulang ke rumah — aku di jogja kayak tiba disuatu daerah asing, padahal main mah nggak baru sekali ini, udah ratusan kali, dll. Kira-kira itu kenapa, Ki?" 

"Heuheuheu. Lhoo kamu nggak tau toh? Kalau ada orang ndeso ngomongin klenik, mistis, gitu-gitu kan mbok anggap mengerikan. Padahal kalau kamu belajar sains mesti ketemu yang namanya residu, titik temunya hampir sama, bahwa semua benda itu merekam segala sesuatu/aktivitas yang terjadi. Makanya juga dalam sains lahirlah ilmu tentang umur rentang waktu suatu benda, dll. Nah sekarang, kenapa kok perasaannya bisa begitu? Karena bisa dikatakan bahwa negara kita saat ini dibesarkan dari hasil keringatnya orang jogja, yang kemudian di tampung oleh sultan keringat itu. Di serahkanlah kepada bangsa indonesia. Pun, sebenarnya tak hanya jogja, tapi semua bangsa dan kerajaan yang bersatu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika." 

"Heuheuheu. Begitu, Ki. Terima kasih pengetahuannya." 

"Kembali kasih...heuheuheu. Tapi itu versiku." 



Teks asli di publikasikan pada tanggal 1 Januari 2021.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!