Sumber

Ketika Senja Di Blawong

Tampak raut suka cita terlihat,
Setelah seharian panen terasa memikat,
Di pinggir tungku menyeruput kopi pekat,
Irisan gula aren khas menambah aroma nikmat,
Blawong terus berkicau di pojokan desa,
Menyuarakan nama kekasih pujaannya,
Telah tiba,
Sayup-sayup suara terbawa angin malam,
Mentari perlahan melambaikan tangannya,
Menitipkan Blawong pada seluruh insan yang terjaga,
Warna-warni siang berubah menjadi gelap gulita,
Nyala tungku api yang mampu membedakan sesama,
Samar masih terlihat wujudnya yang sama,
Hanyalah bayangan menjadi teman sejati,
Semakin malam semakin sunyi,
Alam mulai menunjukan eksistensi,
Di sudut desa,
Blawong menuliskan segala yang terjadi,
Menyimpannya dalam lembaran misteri.


Teks asli di publikasikan pada tanggal 16 Desember 2017.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!