Istriku
Istriku
Engkau kini sudah tak cantik lagi
Pipimu yang dulu merah merona
Saat ini tinggalah lipatan senja
Hidungmu sudah tak semungil dulu
Dimana aku sering mencubitmu
Bibirmu juga tak manis dan tipis
Kembang-kempis tersapu angin mendesis
Istriku
Engkau kini tetap milikku
Seribu tahun berlalu
Seribu dunia engkau masih disisihku
Aku tetap memujimu bagai muda dulu
Saat kita pertama bertemu dan saling merindu
Terus melempar kata yang membuat hati menggebu
Istriku
Tangan inilah yang senantiasa mengurus
Meski kini tak lagi halus dan mulus
Saksi bisu perjuangan yang kini tampak bengkak
Jua tak lagi bisa berdiri tegak
Kedua kakimu yang terus mengiringku
Kemanapun langkahku
Rindumu, rinduku, hingga Tuhan kan berkata : kembalilah kepada-Ku
Teks asli di publikasikan pada tanggal 13 Desember 2018.
Gabung dalam percakapan