Hanyalah Seorang Diri
Setiap saat dan setiap waktu.
Setiap siang di tengah terik yang menyengat.
Saat aku menjalankan tugasku sebagai pekerja.
Di bawah mentari yang silau itu, berdiri tegak.
Sosok seumuranku, hampir mirip denganku.
Sangat lugu, berbahasa dengan baik juga sopan.
Dalam hantaman-hantaman gada aku berada di sini.
Rasa syukur tidak pernah luput dari hatiku.
Bahwa cinta mendengarkan bisiku.
Bisik-bisik kepedihan.
Semangat kawan, hidup ini tentang perjuangan.
Suatu saat kau akan menemukan tempat terbaik bagimu.
Meski kau hanyalah seorang diri.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 1 Desember 2016.
Gabung dalam percakapan