Ponokawan: Cangkem-Cangkem Yang Bermanfaat
Bagong, lama sudah aku tak berjumpa dengan kalian. Memang, kehidupanku akhir ini sedang di dekonstruksi dalam banyak sisi-sisi. Oiya, soal esaiku tentang Cangkeman itu, yang ternyata di scrap oleh beberapa orang hingga terbit di domain Perancis misalnya, menarik. Tetapi aku tidak akan membahas itu, aku ingin membahas bahwa Paman Sam beberapa waktu lalu sedang nyangkem soal negaramu ini.
Bahkan, kalau tidak silap, sampai dua kali nyangkem dengan alasan yang sama. Konon, udang dan cengkih yang di ekspor ke Paman Sam terindikasi terkena radioaktif. Tidak sedikit orang yang mengaitkan dengan konspirasi atau sabotase pada awalnya. Waaah, ulah siapa ini? Atau jangan-jangan, secara senyap negaramu ini memang punya laboratorium nuklir mutakhir yang tersembunyi?
Begitulah, kira-kira cangkeman, Gong.
Bahwa cangkemnya orang itu sekalipun busuk, mirip sampah. Tetap ada sisi baiknya. Lha wong sekumpulan gunung sampah saja kalau ada yang tau cara memanfaatkannya bisa menjadi energi terbarukan. Apalagi cangkemnya wong-wong, yang menurut beberapa orang bahwa setiap orang adalah wayangnya Tuhan. Di mana pada akhirnya, sekalipun yang keluar dari cangkem-cangkem seseorang yang busuk itu, aslinya adalah pesan dari Tuhan juga? Hayo, hayo, gimana coba?
Gabung dalam percakapan