Sumber

Sajak Kehidupan

Sajak kehidupan.

Apakah ini kehidupan nyata?
Aku tidak pernah bisa mengartikan.
Bila aku mengatakan ini mimpi?
Sungguh, tidak pantas bagiku.
Lalu apa? 
Dan untuk apa?

Bisa saja aku membunuhmu, bila dendam ada di tanganku.
Engkau tidak tau sama sekali tentangku, aku seperti hidup berjuta-juta tahun yang lalu.
Sejenak aku terdiam ....

Maamaa .... Aku punya mimpi.
Aku telah melewati banyak perjuangan ini.
Di manapun aku berada, aku tidak akan pernah lupa.
Aku masih sama, hanyalah anak miskin dari kampung sebelah.
Keluargaku berantakan, dan aku belajar ....
Menyayangimu.

Dari hari ke hari ....
Aku taklukan mitos tentang cinta.
Tentang si kaya dan si miskin, engkau hanya menyaksikan.

Terus mencari dalam kegelapan.
Berkembanglah bunga tidurku.
Di belantara jaringan, di mana aku seperti perampok dalam serial telenovela.

Atau saat pikiranku berjalan di atas pecahan kaca.
Dan aku merasa, aku harus melawan.
Kau masih saja tidak berbeda.

Aku bisa merasakan perbedaan, saat aku sedikit menemukan jati diri.
Kau mendekat, namun tidak mudah u/ mengerti.
Berapa kali aku terjatuh?
Tubuhku tertikam kilauan pedang?
Kedua tangan dan kakiku terhantam gada?
Dan ini hasilnya.

Puji Tuhan semesta alam.
Satu-satunya yang menjagaku ketika setan menghampiriku.
Dan kau masih ragu?
Renungkanlah, kau akan rindu kepadaku.

Teks asli di publikasikan pada tanggal 19 September 2016.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!