Kenanganmu Masih Di Sini
Kenanganmu telah berlalu
Menyisakan sedikit pilu
Lembut menyiksa batinku
O, kekasih...
Di mana engkau kini?
Tak sudikah rasakan masakanku?
Lupakah bahwa badai pasti berlalu?
Tiap saat engkau menyelinap kerlingan mataku
Sepasang mata yang dulu memandangmu
Sepanjang gemulai bagai riak ombak sendu
Malam bagai puisi
Yang mengisi relung hati
O, kekasih...
Apakah kini engkau tak merasa lagi?
Tentang rinduku?
Tentang kangenku?
Atau tentangku semua
Apakah dunia terlalu luas
Tak seperti atlas?
Senyummu melambai-lambai di atas pucuk cemara
Kamboja atau kenanga yang tak ku sangka
Mereguk mimpi abadi lembar daun kelor
Engkau masih di sini, di hatiku
Teks asli di publikasikan pada tanggal 19 September 2018.
Gabung dalam percakapan