Rembulan, tersayang
Ketika dunia begitu merajam hatiku yang sayu, pada wajahmulah aku temukan keteduhan, Kekasih.
Meski wajahmu hanyalah bayangan dalam pualam di tengah temaram tak bertuan. Namun remangnya membekas mengukir kenangan.
Kini, kenangannya luntur bersama lenyapnya cermin malam dan meninggalkan bara yang membakar kerinduan.
Bersama rindu itu aku tak pernah berani lama menatapmu. Karena di sanalah tungku perapianmu juga membakar kangenku yang semakin membara.
Di saat bara kangenku tak lagi dapat aku kuasai, saat itulah aku lupa akan wajahku sendiri. Sebab yang ada tinggalah anggun wajahmu yang memesona.
Orang lain, hanya tahu aku menamaimu Rembulan. Tetapi mereka tidak pernah tahu alasanku menamaimu Rembulan. Bersama segenap kangen dan rinduku, aku iringkan do'a untukmu beserta adik kecilmu.
Al Fatihah.
Sampai jumpa pada suatu saat nanti ....

Gabung dalam percakapan