Sumber

Pagi Di Atap Kenangan



Pada sebuah pagi
Di saat mentari menyembul
Asap-asap dapur mengepul
Tungku-tungku perapian menyala

Di sana di gantungkan harapan
Diramu dengan kasih sayang dan cinta
Kemudian di sajikan dengan senyuman
Manis merekah bibir penuh tawa

Dalam satu atap yang mengukir sejuta memori
Berharap bahwa waktu-waktu ini kan abadi
Akan selalu bersemi dan tiada pernah henti 
Berselimut keindahan nan menawan hati

Meski, manusia hanya dapat berharap
Senantiasa juga menengadah dalam do'a
Tuhan punya kenyataan dan ketetapan
Akan segala sesuatu yang ada di semesta
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!