Sumber

Mentari Pagi Sang Pendekar



Ayo, bangun dan tersenyumlah, Nak. Mentari sudah menunggumu di luar jendela. Begitupula burung-burung berkicau bersuka cita mengajakmu berdansa dan bernyanyi.

Sudah, jangan sedih, kemarin dan yang telah berlalu, Tuhan selalu membantumu. Hari ini Dia pasti membantumu lagi, sampai nanti. Jangan sedih, pendekar tak boleh terlihat murung, harus sangar, harus menyebarkan senyum. Pertarungan belum berakhir.

Lekas bergerak dan pergi dengan kuda besimu. Hati-hati di jalan dan pada medan pertempuran. Menyerah bukanlah akhir dari setiap peristiwa, ia hanya akan membuka pintu masalah lain lagi. Alih-alih menyerah, hadapi segalanya dengan hati riang dan gembira.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!