Sumber

Ketidaksempurnaan Yang Sempurna



Di pagi yang bersahaja ini.
Terima kasih, Engkau telah memberikan tubuh yang kuat dan sehat, Tuhan. Dengan segala sesuatu yang sempurna ini, aku dapat melihat kekasih hatiku, memikirkannya dalam rindu yang tak henti menggebu. Ia adalah nyala api yang menyinari gelap dan kosongnya hati.

Tuhan, ternyata bahagia itu sederhana, ya. 
Cukup berbincang dengan kekasih dan menatap wajah anggunnya terus menerus. Bukankah keduanya adalah nikmat dari-Mu? Tidak heran jika dalam sebuah Kitab, Engkau berfirman: nikmat manalagi yang engkau dustakan? Di ulang beberapa kali, apakah memang manusia perlu di ingatkan terus menerus? Mungkin.

Terima kasih, Tuhan, telah mengirimkan ia yang mungkin tidak sempurna di mata orang, tetapi ia adalah ketidaksempurnaan yang sempurna, untukku.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!