Sumber

Di Kira, Setiap Bulan Ulang Tahun



Hampir setiap bulan sering dikira selalu ulang tahun, Gong. Heuheuheu.



Apakah ini cara Tuhan menyindirku yang tak pernah bersyukur setiap bulannya? Eh, setiap hari. Ukuran bulan ini untuk menyindir bahwa setiap bulan saja aku sudah di beri kenikmatan tetapi tidak juga bersyukur. Apalagi setiap hari, harus bersyukur. Jelas sulit.



Tetapi dari sekian ucapan, yang paling menyedihkan ya seperti pada gembar-gambar berikut. Bukan soal umur yang panjang, tetapi yang lainnya. Umur pendek atau panjang bagiku sama saja, Gong. Meski umur pendek, bukankah kematian adalah perjumpaan dengan Sang Kekasih? Ya, meski aku bukan orang suci atau orang yang baik-baik saja, tetapi jika bukan kepada-Nya, ke mana lagi aku akan kembali?

Seolah ucapan itu adalah sekaligus pengingat buatku untuk menyegerakan apa yang perlu di segerakan. 


Sebenarnya, aku ingin bisa seperti Semar yang selalu berbagi. Aku menyadari bahwa kehidupanku selama ini cuma merepotkan orang, baik dalam waktu, pikiran, materil, dst, dll. Itulah kenapa aku selalu berkata ke wanita yang dekat atau nyaris dekat denganku bahwa ketika aku menikah nanti, di rumahku tak akan ngapa-ngapain. Ini sudah janjiku ke diriku sendiri sejak aku kecil. Meski aku di masa depan menjadi orang sukses atau tidak. Makanya aku pengen selalu berbagi sebisaku, yang aku bisa, Gong, Truk, Gareng. Tetapi ya malah dikira aku ulang tahun setiap hari. Heh, Gong, Truk, Gareng, belum tidur kan?

Lha dalah, lha kok wes ngorok kabeh. Ya wes, aku cerita kapan-kapan lagi kelanjutannya.

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!