Sepucuk Surat Lusuh
Wahai kenangan, larutlah bersama tangisan alam. Membekaslah di dinding-dinding bebatuan cadas. Hatiku tak kuasa selalu menahan rindu dendam. Rindu yang selalu menggerogoti jantungku. Aku tak sekuat batu itu, wahai kenanganku. Lekaslah, biarkan aku disini sendiri, mengunci diri, sunyi, dan Ilahi.
- Tulis sepucuk surat lusuh yang telah robek menjadi lima bagian.


Gabung dalam percakapan