Sumber
Terima kasih, Pengunjung. Bulan April ini, untuk pertama kalinya kunjungan terbanyak sepanjang sejarah situs.

Rahasia Dibalik Rahasia



Tuhan, terima kasih telah memberikan karunia cinta yang gagah dan megah ini. Salah satu nikmat untuk bisa jatuh cinta. Meski Engkau berkali-kali menghantamkanku ke dalam jurang nestapa, tetapi apakah aku pernah menyerah? Tidak, Tuhan. Aku bangun kembali cintaku dengan reruntuhan dan puing-puing yang telah hancur. 

Aku-pun tidak menyesal telah mencintai dengan ugal-ugalan. Sebagai mana aku menyadari setiap hal adalah titipan. Jika dalam sebuah buku namaku tidak lagi tertulis, ini artinya waktuku telah usai. Apabila demikian, siap tidak siap sebagai abdi-Mu, senantiasa harus berlapang dada dan menerima tugas selanjutnya. Bukankah setiap babak adalah latihan serta ujian untuk meniti tangga langit? 

Engkau adalah motivasiku untuk membangun kembali. Layaknya Engkau hidupkan kembali tulang belulang dan menyusun jari jemari setiap manusia. Tuhan, mengapa harus jari? Tidakkah ada perumpamaan lain? Atau karena di setiap jari manusia terdapat sidik jari, yang tak akan pernah tertukar satu dengan yang lain? 

Bukankah pedang yang tangguh adalah ia yang di panggang dalam nyala api begitu lama dan dengan jutaan kali tempaan? Apalah daku, ini. Manusia biasa yang bukan siapa-siapa, sungguh pantaskah aku menghitung lukaku dengan jari? Sedangan banyak orang-orang terpilih-Mu saja tidak pernah berbuat seperti ini?

Tuhan, aku percaya hadiah yang sedang Engkau siapkan, ini. Terima kasih telah menyayangiku, mencintaiku, menuntunku, dst, dalam setiap pijakan hidupku.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!