Sumber

Mentertawakan Tuhan




Dari penjuru manapun dan berbagai kejadian, hampir semuanya bersifat rasional yang artinya dapat diterima oleh akal sehat.

Mulai dari hal-hal yang sudah sangat familiar, seperti : terbelahnya bulan, api yang menyala dilautan, terpisahnya dua lautan yang berbeda, terbelahnya laut merah, burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, semut-semut yang berkelompok, warna-warna pada tumbuhan dan hewan, dll. Menandakan bahwa Tuhan mempunyai kasih sayang kepada seluruh hamba-Nya, sebab Dia secara khusus juga memberikan pengetahuan.

Mungkin semua hal tersebut adalah bentuk rangsangan dari Tuhan agar manusia berpikir dengan menggunakan perangkatnya. Hal ini sesuai dengan firman-Nya yang pertama kali turun kepada Muhammad sebagai seorang Nabi, yaitu "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."

Dan keseluruhannya adalah sebuah konsep yang sengaja dilakukan oleh Tuhan agar manusia dapat mempelajari serta memahami segala bentuk proses sebab-akibat yang ada dibaliknya.

Lebih dekat lagi sebagai kitab terakhir yang diturunkan dimuka bumi, Tuhan menantang seluruh penghuni bumi untuk membuat satu surat saja yang semisal Al Qur'an. Secara tersirat ada berbagai sudut pandang dan beberapa diantaranya adalah Tuhan seolah telah mengunci Al Qur'an dari segala sisi yang tidak bisa dikurangi dan ditambahkan nilai serta jumlahnya; Tuhan juga ingin mengatakan dengan jelas bahwa 'mungkin'¹ setiap ayat dalam Al Qur'an memiliki nyawa yang dapat dipelajari, dipahami, dan memiliki nilai kontekstual terhadap semesta atau esensi kehidupan; dll.

Sekaligus tantangan tersebut seperti memberikan kesan bahwa bisa saja sejak zaman dahulu manusia sudah terbiasa melakukan suatu penyimpangan dan mentertawakan Tuhan sebagai Dzat yang paling substansial.

¹ : Penulis tidak terlalu banyak mempunyai referensi setiap ayat yang dapat dijadikan rujukan.
Gbr : instagram@sethrea

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!