Sumber

Tentang Tuhan dan Ibu



Kekasih, banyak perumpamaan tentang ibu, hari ini aku akan pergi dengan kenangan sepanjang kegelisahanku.

Kekasih, berapapun anak seorang ibu. Tidakkah ia tetap merawat dan menerima apapun karakter anak-anaknya? Tidakkah rumah sebagai tempat asal tetap terbuka kepada anak-anaknya yang berkelakuan seperti apapun? Tidakkah juga sampai mulutnya berbusa-busa serta peluhnya yang berjatuhan sebagai bukti kasih dan sayang kepada anak-anaknya?

Kekasih, bukankah ibu tetap selalu saja menerima permohonan maaf dari anak-anaknya? Bukankah pula seorang ibu yang juga sebagai perawat, pemelihara dan pelindung anak-anaknya? Bukankah juga ibu adalah tempat dimana awal kita belajar? 

Kekasih, Ayat-Ayat Tuhan tidak hanya terbatas pada kitab-kitab lusuh yang mulai ditinggal pergi dalam kesunyian masjid, gereja, pura, vihara, sinagog, dan rumah-rumah Tuhan yang lain. Perhatikanlah setiap hewan-hewan disekitarmu, setiap pepohonan disekitarmu, bukankah terdapat jiwa keibuan yang sama? Atau bukankah bumi kita bernama ibu pertiwi juga?

Lalu bagaimana dengan Tuhan dan eksistensinya, kekasih? Bukankah Dia Pencipta jagat raya? Lalu mengapa kita selalu berselisih paham satu dengan yang lain kekasih? Apakah kita bagai anak-anak yang selalu senang bersenda gurau? Bukankah begitulah Tuhan sengaja menciptakan agar kita dapat saling mengenali satu sama lain? Ahh...kekasih, aku terlalu panjang menulis, aku akhiri sampai disini, salam buat ibu kamu. Terimakasih atas waktu luang yang engkau gunakan untuk membaca.

Rahayu mulyaning jagat.




Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!