Sumber

Persoalan Dalam Kehidupan



Heuheuheu. Ada lagi, Rek. Ini seorang Ibu2. Sudah berapa banyak orang yang kalau ke sini pasti tidak di terima dengan baik, ya termasuk aku. Kadang baru nongol depan pintu aja langsung di teriakin "besok aja, besok." Esoknya ke sana, ya jawaban masih tetap sama. Sampai ada beberapa orang kalau ada jadwal ke sini nyerah. 

Akhirnya, tiba waktuku berkunjung ke sana. Ini tantangan, Rek. Nggak ke sana, tapi kerjaan, ke sana ya jawaban gitu. Alhasil aku selalu guyon sama yang di atas. Oiya, kamu pasti tau kalau hidupku berantakan dan amburadul, jadi aku bukan orang yang baik2 saja. Tapi ya begitulah, kadang aku sering guyon. “Panjenengan itu kan sudah tau wataknya dia, ya aku pasrah saja. Mau di kata A-Z ya terserah Panjenengan, karena itu yang buat begitu ya Panjenengan juga, aku ndak bisa gimana2. Tiap dia berkata akan aku anggap Panjenengan sedang ngajak guyon ke aku, ya karena Panjenengan tak mungkin langsung turun ke sini, jadi harus melewati seseorang.” 

Selain guyon begitu, kadang juga aku kirim Al Fatihah, Rek. Kadang, aku bacakan sebuah penggalan surat yang pernah di ajarkan Guruku, ini juga cukup manjur, bahkan demit sekalipun. Heuheuheu. Bukan cuma Ibu itu aja, masih ada beberapa orang yang awalnya sangat kaku, sangat ketus, dll, dll. Dengan pola yang sama aku lakukan cara2 di atas. Malahan Ibu itu sekarang sering maksa aku dan temen2ku buat bungkus nasi di bawa pulang. 

Poinnya adalah apapun masalahmu, mesra sama yang buat hidup itu perlu, gak usah malu tentang siapa kamu, berapa banyak dosamu. Heuheuheu. Malahan kalau ingat dosa, ya guyonin aja, “Panjenengan ini kan Maha Welas dan Asih. Jadi buat ngampunin semua dosaku pasti bukan sesuatu yang berat.” Tetap tenang, karena kamu ndak berjalan sendiri, Rek. Kamu juga harus ingat, apapun masalahnya, apapun rintangan hidup, Tuhan pernah bersabda bahwa ujianmu tak akan pernah melewati batas kemampuanmu. Dan foto ini aku jepret siang tadi setelah di bawakan nasi, lauk dan sambal sama Ibu yang aku ceritain di atas. 

Oiya, menurutku, Tuhan mungkin tak pernah secara langsung mengatakan bahwa ngasih makan orang itu bagian dari investasi, tapi aku selalu berpikir bahwa kalau kita bisa ngasih makan seseorang, selama ia hidup, apalagi hidupnya bermanfaat, paling gak kita kecipratan kebaikan dan berkah dari manfaat itu, Rek. Sekali lagi, menurutku yang gak pernah ngaji apalagi sekolah tinggi. Heuheuheu.


Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!