Sumber

Pada Suatu Ketika: Penawar

Pada suatu ketika ....

"Mbak sisca, nanti rerumputan di ujung bangunan itu di bersihkan sekalian ya. Agar terlihat lebih indah dan berestetika."

"Iya bu, nanti kalau sini sudah selesai." Sahut seorang yang bernama sisca dari sudut bangunan tua, lalu ibu itu datang menghampirinya.

"Sebetulnya setiap tanaman mempunyai jiwa, mbak. Kalau mbak sisca mau tau."

"Bagaimana bisa bu?" tanyanya.

"Pernah ibu menemui seseorang yang sedang sakit, sudah berobat ke dokter dan beberapa orang pintar. Seseorang tersebut tidak kunjung membaik, akan tetapi hanya ia memandang bunga-bunga yang indah di depan rumahnya setiap hari, seseorang itu merasa senang, bahagia, bersyukur dengan keadaannya saat ini. Dan pada suatu ketika ia tidak merasakan sakit yang ia derita, sampai-sampai ia memastikannya ke dokter."

"Bagaimana kelanjutannya bu?"

"Ternyata benar, selama ini ia hanya mengikuti terapi setiap pagi dengan tanaman di depan rumahnya. Jadi alangkah baiknya kita selalu menjaga tanaman ini dari tumbuhan liar di sekitarnya. Agar mereka pun tetap terlihat indah dan membuat senang serta bahagia kepada siapapun yang memandang."

Selain dapat menjadi hiasan rumah, taman dan kebun. Tanaman dapat menjadi obyek spiritual antara kita kepada Tuhan. Kita dapat menyalurkan kegelisahan dan bermeditasi dengan memandang atau mengikuti tuntunan semerbak keharuman setiap tanaman itu. Kita akan menemukan suatu jalan gaib untuk merasakan bahwa Tuhan selalu hadir dalam kehidupan kita, di manapun dan kapanpun kita berada.

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!