Sumber

Tuhanku Maha Kaya



Pada bulan-bulan yang penuh dengan acara mantenan begini, Kekasih. Aku akan terlalu banyak bersedih, ini karena perbedaan jalan yang telah lama aku lalui, antara aku dan keluargaku. Iya, aku selalu meminta mereka bahwa amplop-amplop dariku tak perlu di kasih nama. Bila perlu, Qris-Qris itu juga tak perlu ada namaku.

Selain soal mantenan, semua tanggung jawabku dalam keuangan juga sama. Aku tak perlu berdebat dengan orang lain soal keuangan yang minus atau tak sesuai padahal data laporan tersaji terbarukan. Dengarkan kata orang lain saja dan akan aku ganti seluruhnya, aku percaya Tuhanku Maha Kaya.

Jika saja aku berangkat sendiri, tentu aku akan berkata kepada mereka bahwa aku telah membubuhkan namaku, itu saja. Meski, aku tak pernah menggoreskan namaku di sana. Sejak aku tahu bahwa ketika aku melayat, ku sadari namaku tak pernah aku tulis di sana.

Kekasih, menurutmu, mana yang layak engkau berada di sana baik secara simbolis atau nyata di antara keduanya? Ya, itulah jawabannya.

Selain itu, sama halnya ketika aku melakukan keburukan-keburukan dalam hidupku. Aku tak ingin keburukanku diketahui orang. Sama artinya ketika aku harus menyadari bahwa kebaikanku juga jangan sampai diketahui orang.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!