Sumber

Semesta Menuliskan Namamu



Hari ini, semesta menggoreskan namamu, Kekasih.
Di manapun aku melihat, di sana-lah aku jumpai namamu. Bukankah engkau ini adalah manifestasi dari Yang Maha Indah? Tepat saat aku sudah mulai lupa bagaimana parasmu, sebab itulah yang aku pinta dalam munajatku.

Tetapi tidak kaget, jika semesta menuliskan namamu di sana. Aku sudah merasakannya beberapa hari yang lalu ketika angin berhembus.

Hanya saja, jika itu sebuah pesan, maka aku belum menemukan maknanya. Aku akan selalu mengingatkanmu bahwa aku adalah sebagian orang yang tidak percaya akan kebetulan (Bahasa Arab: Biidznillah: dengan seizin Allah). Maka akan aku anggap hal ini memiliki arti tersembunyi.

Tidak lain dan tidak bukan, seperti yang sudah-sudah. Aku juga tidak akan berubah meski engkau bersikap pahit kepadaku. Tetap aku memohon kepada Tuhan semesta alam untuk kebaikanmu, kebaikan pilihanmu dan kebaikan setiap langkahmu serta menuntutmu senantiasa ke dalam jalan yang lurus.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!