Kesadaran Privasi Dari Setiap Generasi
Saat aku kecil dahulu, dengan peranti yang tujuannya hanya untuk telepon dan berkirim pesan singkat sudah merupakan hal istimewa. Sejak saat itu pula aku mulai membangun kesadaran-kesadaran akan privasi. Terlebih kesadaran ini harus di gunakan saat meminjam peranti milik teman, tidak boleh membuka-buka isi pesan atau mencatat, mengingat nomor-nomor yang ada pada kontak maupun log panggilan.
Peranti semakin berkembang dan mulailah kecerdasan untuk mengelola multimedia di perkenalkan. Baik untuk sekedar menyimpan atau malahan memotret dan merekam. Pada titik ini, privasi menjadi lebih luas karena aku tidak hanya, tidak boleh akses pesan, kontak serta log panggilan saja. Tetapi bertambah menjadi galeri juga manajer berkas. Dahulu, peramban masih menjadi sesuatu yang asing untuk di gunakan, tetapi di sini juga terletak privasi yang wajib di jaga seperti riwayat penjelajahan.
Sejalan akan kesadaran privasi, aku juga masih menyimpan sejuta misteri akan pernak-pernik elektronik yang cerdas. Misalnya dahulu aku sempat bertanya-tanya akan isi dari sebuah komputer, sebab hanya dengan modal peramban, ia tampak begitu pintar. Apapun yang aku ketik di sana, ia seakan tahu isi dunia. Berkembanglah menjadi telepon genggam yang populer kala itu, hal yang aku pikirkan adalah ini merupakan barang unik, mengapa ia dapat seperti ini dan apakah ia tidak memiliki celah?
Perkembangan demi perkembangan telah merevolusi peranti telepon genggam menjadi gawai yang memiliki berbagai, beragam, bermacam fitur. Tak terkecuali mengubah cara berkirim pesan seseorang yang biasanya hanya teks atau gambar hitam putih, kini pun gambar milik kita dapat pula di kirimkan. Dari fungsi telepon dan pesan, saat ini terdapat banyak aplikasi yang menawarkan fitur serupa namun lebih kaya.
Tidak hanya pesan, kini setiap orang juga dapat mempublikasikan momen kehidupannya dalam berbagai wadah-wadah yang tersedia. Setiap wadah bahkan memiliki caranya sendiri untuk memperkaya dirinya sehingga dapat memanjakan pengguna.
Pada fase ini artinya juga menambah deretan privasi yang harus di jaga, sebabnya semakin banyak wadah yang terpasang, sama halnya tidak serampangan kita dapat mengaksesnya.
Selain turunan dari pesan dan telepon, fitur-fitur yang tersedia semacam aplikasi perbankan atau derivatifnya juga perlu kesadaran akan privasi.

Gabung dalam percakapan