Sumber

Life Hack



Salah satu "life hack" dalam hidup, Shinta. 
Dulu, sempat aku ngobrol dengan seseorang, ia mengatakan bahwa ada hal yang belum bisa ia lakukan kepada orang tuanya. Salah satu yang paling besar adalah membahagiakannya. 

Baiklah, dalam hati aku berkata setuju, Shinta. Namun, karena aku tak ingin rasa setujuku ini menambah tangisnya yang pilu dan membuatnya berenang dalam air matanya sendiri. Aku mencoba menghiburnya dengan pandangan alternatif. Aku katakan bahwa ia adalah salah satu orang yang beruntung, karena takdir hidupnya lebih awal dari pada orang lain. 

Semakin banyak kenangan yang di ukir, itu semakin banyak memori yang tersimpan, Shinta. Sebagaimana cinta yang terlalu dalam, tak mungkin dengan mudah engkau menanggalkannya — seperti sudah menjadi suratan takdir bahwa bangkit atau menapaki jalan yang curam tidaklah ringan.

Meski anggun, tetaplah ia manusia, begitu juga kendati ia kuat, ia tetaplah butuh dukungan, Shinta. Lalu aku hanya mengingatkan saja padanya, bahwa ia adalah orang yang istimewa. Tidak mungkin Tuhan membawa sesuatu yang sia-sia, pasti, ada permata yang tersimpan dalam relung hatinya.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!