Kominfo: SISI
Soaal?
Soal peretasan yang konon orang atau orang-orang (kemudian di baca orang saja) dibaliknya malah ngasih kunci dekripsi secara gratis? Kita malah sibuk nyalahin kominfo (orang-orangnya juga kemungkinan banyak, malah ada sanak suadara atau tetangga kita). Heuheuheu.
Jangan salah, ini mungkin bukti kalau peribahasa "Wong Sing Temen Bakal Tinemu, Wong Nandur Bakal Ngunduh" itu masih relevan. Yaa, mungkin ini hadiah kita semua, orang-orang Indonesia yang secara internasional dikenal ramah. Berdasarkan survei Inter Nations.
Bukan hanya ramah, orang Indonesia juga dikenal baik hati dan tidak sombong...yaaa, gampangnya dermawan lah, ya. Ini sampai ENAM KALI BERTURUT-TURUT, berdasarkan Charities Aid Foundation (CAF). Gimana?
Dalam data peretasan tersebut juga menyangkut nasib rakyat Indonesia secara luas. Jadi, ya bukan tidak mungkin jika peribahasa legendaris tersebut masih "njamu" di tahun 2024 ini. Sebuah ajaran adiluhung, nilai budaya yang telah melekat dan menjadi jatidiri bangsa sejak ratusan atau bahkan ribuan tahun silam.
Meski nantinya orang di balik pengambilan data ini tetap akan menjual, menyebarkan, dst. Yaa, ini juga urusan lain lagi.
Tetapi bukan berarti kominfo benar atau kominfo tidak salah. Bukan begitu. Tetap saja kominfo juga butuh banyak-banyak perubahan. Selain menjadi proyek strategis, bidang data di zaman ini sama pentingnya dengan tumpah darah bangsa dan negara yang penting untuk di jaga.

Gabung dalam percakapan