Sumber

Nay: Seruling Jiwa

Nay, apakah saat ini engkau merindukanku? Apakah hanya karena saat ini aku tak bersamamu dan di pisahkan oleh waktu lalu engkau melupakan aku? Begitu cepatkah engkau melupakanku? Bukankah melupakan itu lebih sulit dari pada menemukan kebahagiaan? 

Nay, aku disini tersenyum, aku disini bahagia dengan segala do'a yang engkau panjatkan. Apakah hal yang sama sedang engkau rasakan? Jika tidak, mengapa begitu? Ada apa, apakah engkau tak bahagia? 


Nay, berkali-kali aku melewati jalanmu dulu melengkapi garis hidup. Seolah aku melihatmu disana, apakah itu, apakah rumah itu, apakah itu engkau? Aku tak tau, aku hanya melihatmu. 


Nay, aku tak melupakanmu, aku tak meninggalkanmu. Aku tetap disini menunggu, meskipun hujan dan panas menerpaku. Aku masih tetap menunggu dalam lubuk hatiku. 


Nay, perpisahan itu ada. Namun, apakah perpisahan itu pahit? Aku lupa bagaimana cara merasakannya. Begitu aku tak melihatmu lagi, aku sudah lupa bagaimana aku sebelumnya. Aku tak hancur, aku berdiri dengan senyumanmu, dengan kelembutanmu dan dengan do'a-do'amu. 


Nay, seruling jiwaku. 



Teks asli di publikasikan pada tanggal 19 Januari 2021.

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!