Nay: Seruling Jiwa
Nay, aku disini tersenyum, aku disini bahagia dengan segala do'a yang engkau panjatkan. Apakah hal yang sama sedang engkau rasakan? Jika tidak, mengapa begitu? Ada apa, apakah engkau tak bahagia?
Nay, berkali-kali aku melewati jalanmu dulu melengkapi garis hidup. Seolah aku melihatmu disana, apakah itu, apakah rumah itu, apakah itu engkau? Aku tak tau, aku hanya melihatmu.
Nay, aku tak melupakanmu, aku tak meninggalkanmu. Aku tetap disini menunggu, meskipun hujan dan panas menerpaku. Aku masih tetap menunggu dalam lubuk hatiku.
Nay, perpisahan itu ada. Namun, apakah perpisahan itu pahit? Aku lupa bagaimana cara merasakannya. Begitu aku tak melihatmu lagi, aku sudah lupa bagaimana aku sebelumnya. Aku tak hancur, aku berdiri dengan senyumanmu, dengan kelembutanmu dan dengan do'a-do'amu.
Nay, seruling jiwaku.
Gabung dalam percakapan