Bukan Tanpa Alasan
Sebab aku tak tahu, dimana dan kapan Tuhan akan mengakhiri tangisanku ketika mengingatmu."
Kata kekasih bukan hanya ungkapan atau kalimat untuk mendefinisikan seorang yang kita cintai. Dan kenangan tak selalu tertuju pada seorang yang pernah singgah dalam hati kita. Begitupun tangisan tak hanya arti sebuah sesal, dll.
Bisa jadi seseorang yang membaca tulisan ini adalah juga seorang kekasih, bisa jadi seseorang yang sedang membaca tulisan ini juga mempunyai banyak kenangan, bisa jadi seseorang yang sedang membaca tulisan ini sedang menangis, tapi tak mengeluarkan air mata, dan bukan juga sedang menangis atas dasar materi, akan tetapi menangis karena ada sesuatu yang lebih penting dari sebuah materi dan segala hal yang dapat hancur atau tidak abadi.
Bisa jadi kekasih itu adalah nama lain dari seseorang yang sedang merindukan Tuhan, yang sedang merasa bahwa Tuhan tidak jauh dari dirinya, yang sedang yakin bahwa segala yang terjadi adalah kehendak-Nya, dll, dll.
Bisa jadi kenangan itu adalah wujud kegelisahan lantaran sesuatu hal yang pernah terjadi dan kita tidak pernah merasa akan arti serta tujuan apakah semuanya itu datang lalu kemudian usai, akhirnya berlalu.
Kemudian tinggalah tangis, begitu banyak Tuhan membuat skema yang apik, indah, dan membuat banyak kesan-kesan serta nilai-nilai, dll, dll. Tak berlebihan jika Tuhan bersabda: Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?. Mulai dari kita lahir hingga saat ini, sungguh ada sesuatu Dzat yang mengatur kelangsungan hidup dari segala ekosistem yang ada. Itulah tangis, mengapa setiap orang gelisah tanpa sebab, mengapa orang layak untuk menangisi dirinya sendiri. Karena bisa jadi seseorang yang membantunya di hari lalu, bulan lalu, tahun-tahun lalu, itu adalah kehendak Tuhan. Bisa jadi kegagalan demi kegagalan yang datang, itu adalah cara Tuhan menyelamatkan dari persoalan yang lebih besar. Bukankah Tuhan menguji tidak melebihi apa yang kita bisa? Lalu kesempatan membaca hari ini, bukankah itu adalah nikmat Tuhan juga? Bukankah pikiran yang bekerja dengan semestinya adalah nikmat Tuhan juga? Dll, dll, dll.
Tuhan mengakhiri tangisanku ketika mengingatmu.
Bukankah manusia tidak pernah tau kapan dan dimana Tuhan akan memanggil nyawanya? Meskipun saat itu sedang larut dalam tangisan, perenungan, dll, dll, meskipun juga sedang beribadah?
Ohh...Kekasih, dimanakah lagi akan aku sandarkan kepalaku, kalau bukan Kepada-Mu?

Gabung dalam percakapan