Sudut Gelap Dalam Lelap
Tetapi kalau di pikir-pikir lagi, ya mana ada mbak-mbak ketawa tengah malem di sebuah sudut desa yang gelap gulita?
Jangankan mbak-mbak, rembulan saja tak memperlihatkan ronanya.
Hanya saja sejak pertama dulu ku lihat ia bermain di ayunan, ia tak pernah memperlihatkan mukanya.
Tragis memang, padahal selama ini aku tidak pernah memperdulikan muka seseorang. Suatu hari saja aku pernah mencegat ibu-ibu di pinggir jalan, bermaksud memberikan tumpangan. Ya, itu memori lama yang telah terbangun ketika aku kecil sering di kasih tumpangan orang-orang. Tetapi ya malah ibu-ibu itu menyingkir, di kira aku jambret mungkin ya. Heuheuheu.
Paling tidak, aku masih menanti suatu saat nanti mbak-mbak itu bakal datang dan kita saling bertatap muka. Mungkin dulu sikapku terlalu kasar karena menantang siapa yang paling lama dapat saling menatap.
Cuma ya itu, jangan mak jegagik. Aku orangnya kagetan, sama sesamaku aja aku juga kagetan. Apalagi dari sebelah, bisa jadi kencing sambil berlari aku. Heuheuheu.

Gabung dalam percakapan