Sumber

Sajak Berjarak



Ketika wijaya kusuma mengembang

Dalam dingin yang sepi nan mencekam

Mekar dan semerbak luas membaur

Lekas mencengkram angkara murka


Sedingin rindu yang pilu

Secarik kertas yang tak terbalas

Seperti nyanyian sayu yang menggebu

Dan seperti sakit yang tak kunjung pamit


Ku titipkan rindu meski kelabu

Ku panjatkan do'a meski tak pernah terasa

Ku ingat setiap jalan meski kembali tersesat

Dan ku sulut obor meski begitu horor


Rasa ini sungguh tak bisa di kata

Datang dan pergi begitu saja

Dari mana asal serta kemana perginya

Rona wajahnya terus lekat dalam sukma


Masih kan terus menjadi misteri

Dalam renung, remang, dan relung jiwa

Meski ngeri ku hadapi

Biarkankah aku semakin larut dalam realitasnya


Demi malam
Demi rembulan yang sinarnya elok
Demi bintang gemintang
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!