Jalinan Cerita Kolong Langit
Tiada gunung menjulang tanpa topangan lembah yang setia
Tak ada awan berarak tanpa desir angin yang menuntunnya
Kita berjalan di atas hamparan benang tak kasat mata
Merajut napas yang tak pernah bisa tegak sendirian saja
Ketika sebuah tangan terbuka mengulurkan kehangatan
Ia bagai atap bambu di kala badai melanda malam
Namun, angkuh sering kali membutakan mata hati manusia
Hingga lupa pada tanah tempat kaki pertama kali menumpu
Jangan memahat luka pada dinding tempatmu bersandar
Berpantanglah meracuni sumur yang menyeka dahaga jiwamu
Sebab riak jernih yang engkau balas dengan lumpur hitam
Akan berbalik menjadi air bah yang meruntuhkan rumahmu
Gabung dalam percakapan