Dekonstruksi Pandangan Kehidupan
Shinta, satu di antara puluhan, ratusan atau bahkan ribuan hal dari ibuku yang dapat aku teladani adalah kegigihannya dalam bekerja. Bahkan, itu sejak sebelum aku lahir, hingga aku dapat menuliskan namamu di antara pualam rinduku.
Maka, bajinganlah mereka yang menganggap setiap peluh kerja kerasnya tak memiliki nilai apa-apa atau bahkan hanya di nilai dengan cocot semata. Sementara ia menelan manis keringatnya.
Aku pernah menulis, bahwa akan selalu dan selalu berdiri di pihak kurawa, Shinta. Itu bukan karena aku ingkar terhadap keluarga, tetapi karena aku di besarkan dengan jerih dan susah payahnya keluarga kurawa. Jika aku berpaling dari mereka, itu sama artinya aku adalah pencuri yang makan dari hasil peluh, darah dan luka keluarga kurawa selama bertahun-tahun ini secara terang-terangan.
Anjing saja bahkan memiliki sikap setia, manusia yang tak memiliki sikap ini bahkan tak layak di sejajarkan dengan anjing.
Di dunia yang keras, setiap orang ingin menang, Shinta. Tak perduli persetan, ia akan memangsa segalanya, juga ingin di puja puji atas pencapaiannya. Sebabnya terkadang agama digunakan untuk pembodohan. Jika engkau tidak menyayangi dirimu sendiri, maka engkau akan tertipu oleh rasa sayang palsu yang diberikan oleh orang lain. Bahkan jika itu atas nama keluarga. Ini adalah pengkhianatan paling kotor dalam sejarah cinta.
Setiap bajingan akan membersamai bajingan lainnya, akan memenangkan bajingan lainnya dan engkau selalu punya waktu untuk merenungkannya ....

Gabung dalam percakapan