Pada Saatnya Nanti Di Sebuah Ruang Murni
Pernah aku di tipu seseorang teman,
Dan aku mengetahui itu, aku hanya tersenyum,
Saat aku bertemu dengan seseorang yang sedang bersandiwara,
Dan hanya aku balas dengan sifat kepolosanku,
Kembali aku tersenyum, karena aku tau,
Terkadang teman-teman akan menganggapku usil, gila bahkan bodoh,
Dan aku membalasnya dengan senyuman,
Hanya karena tingkah dan ucapanku yang sengaja aku keluarkan,
Ingin aku melihat sikap pragmatis mereka,
Bersama mereka pula aku menyerahkan ragaku,
Hanya karena aku ingin mengetahui, seberapa pentingkah aku,
Dan aku tersenyum untuk respon mereka,
Bahkan aku melebur bersama teman-teman 'kiriku',
Hanya karena aku ingin mengetahui, apakah benar yang di katakan orang lain terhadap mereka?
Aku kembali tersenyum, karena tidak semua itu benar,
Aku bukanlah yang dapat kalian lihat saat ini,
Karena saat ini yang kalian lihat hanyalah topeng yang aku kenakan,
Aku membawanya sesuai dengan tempat dan peran yang akan aku bawakan,
Aku selalu melepas dan menggantinya sesuai dengan alur cerita,
Aku dapat menjadi peran apapun di mata kalian,
...
Pada akhirnya aku, kau, dia dan mereka akan bertemu pada suatu ruang murni tanpa di batasi berbagai prasangka.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 25 Oktober 2017.
Gabung dalam percakapan