Menjelang Senja Dalam Cerita
Senja telah tiba.
Ku sandarkan kepalaku di sebilah batang pohon tua.
Menatap temaram jauh di ufuk timur.
Hatiku terpana akan keindahannya.
Hanya bisa aku berkaca-kaca.
Bila aku ungkapkan dalam kata,
Itu takkan habis dalam seluruh riwayat hidupku.
Eloknya juwita..
Anggunnya tak kan bisa membuatmu berpaling darinya.
Kedamaian dan ketentraman menyelimutinya.
Seumpama kau mendengar candanya.
Aku percaya kau tak akan pernah mau pulang.
Namun..
Ketika aku sadar.
Di hahadapanku hanyalah rerimbunan ilalang.
Desiran angin yang menyentuh kulitku.
Dan kerasnya teriakan ombak mendayu-dayu.
Tak ku lihat lagi jelita senja di mataku.
Hanya satu hamparan luas di depanku.
Alamku..
Teks asli di publikasikan pada tanggal 23 Oktober 2016.
Gabung dalam percakapan