Nektar Yang Tak Tergapai
Pada sebuah titik tertentu, manusia akan mengalami fase-fase kehidupan. Baik yang sekali, atau akan berputar selama kurun waktu tertentu dalam setiap fase. Namun, baik suka dan duka yang terjadi pada setiap fase, manusia tidak boleh pupus harapan dan kehilangan semangat hidupnya.
Manusia diberikan akal, tidak hanya untuk menerima, namun juga mengolahnya. Mengolah setiap air mata menjadi kenangan atau suka cita dan bahagia menjadi kenangan pula. Manusia juga harus menyadari bahwa setiap hal akan datang dan pergi, seperti yang terjadi pada setiap musim. Selain itu, manusia selayaknya mengerti akan berjalannya siklus kehidupan ini. Untuk itu, setiap manusia pada fase tertentu akan merasakan sakit, dalam luka nyata atau luka hati.
Walaupun begitu, serangga-serangga di taman sari yang sedang hinggap di antara bunga-bunga bukan berarti ia selalu mendapatkan nektar atau serbuk sari. Adakalanya ia tidak mendapatkan apa-apa. Begitulah manusia dapat belajar bahwa dalam kehidupan ini setiap hal harus di coba, meski tidak mendapatkan hasil. Meski pada sisi yang lain, proses yang sedang terjadi tersebut juga dapat membantu penyerbukan serbuk sari pada tumbuhan yang berbunga. Mungkin, ketika engkau mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh dan meski bertepuk sebelah tangan. Sebenarnya kehadiranmu juga sedang menyirami hatinya yang telah lama layu dengan kesungguhan cinta yang engkau bawa.
Tetaplah semangat dan tersenyum, mungkin nasib hidupmu sedang tidak mujur. Namun, dalam ketidakmujuran itu secara tidak langsung sebenarnya engkau sedang memperindah, mempercantik jagat raya. Tersenyumlah, karena Tuhan menyukai hal-hal indah, seperti yang tidak sengaja engkau lakukan.

Gabung dalam percakapan