Sumber

Layar Yang Hilang

Ini seperti mimpi.
Kehidupan sekitar berjalan begitu cepat.
Aku berharap bahwa mereka selalu kuat.
Kau pasti kuat..

Selama ini aku seperti layar di tengah laut.
Berjuang dan memahami mata angin berhembus.

Seperti terperangkap dalam kegelapan.
Mencoba bangkit namun tak pernah bergerak.

Bukalah matamu kawan.
Kau telah membunuh masa depanmu.
Itu karena butanya cinta yang tidak mudah di mengerti.
Kau jangan menyesal..
Ini bukan akhir.

Jika esok aku tidak datang menemuimu.
Aku minta maaf, aku berada dalam kebingungan.
Tentu aku selalu berdo'a yang terbaik untukmu.
Tentang cerita klasik perjuangan kita.

Selamat pagi, detik-detik yang mencekam!

Teks asli di publikasikan pada tanggal 18 September 2016.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!