Sumber

Gambar Bunga Mawar

"Selamat siang, Mas Fahri. Boleh tanya?"

"Baik Mbak, Selamat Siang. Silakan Mbak, dengan senang hati saya persilakan."

"Sebelumnya minta maaf ya, Mas. Mungkin ini terlalu lancang. Jadi begini Mas, kenapa PP nya gambar mawar ya? Bukankah itu terlihat feminim?"

"Apakah mawar identik dengan rasa 'feminim' Mbak? ( hahaha)."

"Sepertinya sih iya.. Lalu?"

"Kalau dalam benakku, mawar identik dengan sebuah keindahan, secara sederhana sih begitu. Lalu kenapa terlihat feminim? Bagiku itu seperti sejenis 'kebiasaan'. Jadi saat kebanyakan orang yang memberikan mawar kepada kekasihnya. Itu mengungkapkan bahwa ia sangat kagum akan keindahannya."

"Apa hubungannya?"

"Saat ini Mbak saya akui yang sedang baca chat saya ini adalah orang yang sempurna sebagai ciptaan-Nya dan pastinya cantik, bukan?"

"Malah gombal..."

"Bukan masalah seperti itu Mbak, suatu saat bahwa kesempurnaan, keindahan, kecantikan dan kekuatan (di gambarkan oleh duri) itu semua akan layu, menua, lapuk. Begitu bukan?"

"Hhmm..Selanjutnya?"

"Ya itu tadi, itu adalah cara aku menggambarkan isi hati aku saja (hahaha). Apa yang aku pikirkan. Jadi ketika orang lain menganggap feminim, atau bahkan memaknai dengan hal yang tidak sama, itu juga wajar. Dan aku biasa saja, menerima :-) , seperti mawar tadi. Kesempurnaan hanya sesaat atau sama halnya sebuah imajinasi (hahaha)."

"Ohh gitu, terima kasih, Mas. Menambah wawasan."

"Sama-sama mbak, jangan lupa bertanya arah jalan pulang juga .... :-D"

Teks asli di publikasikan pada tanggal 20 September 2016.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!